Namun demikian, terdapat ketidakseimbangan antara struktur output manufaktur dengan komposisi ekspor. Ekspor Jawa Tengah masih didominasi oleh industri tekstil, produk kayu, alas kaki, dan furniture. Keempat sektor tersebut secara total hanya memberikan kontribusi sekitar 14 persen terhadap PDRB industri pengolahan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ekspor unggulan belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan utama struktur manufaktur Jawa Tengah.
Sebaliknya, industri makanan dan minuman (mamin) justru menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 45,5 persen terhadap PDRB industri pengolahan. Meski memiliki dominasi kuat di pasar domestik, sektor mamin belum dimaksimalkan sebagai penggerak ekspor, sehingga masih menyisakan ruang besar untuk dikembangkan dalam mendukung kinerja perdagangan luar negeri Jawa Tengah.
Hal tersebut tertuang dalam Buku Kajian ’’Jawa Tengah Berani Mendunia’. Selain menyajikan potret dan perkembangan ekspor Jawa Tengah, Buku Kajian “Jawa Tengah Berani Mendunia” juga memuat analisis mengenai tantangan dan peluang ekspor, berbagai program pemerintah dalam mendorong kinerja ekspor, serta kiat dan panduan praktis bagi calon eksportir baru. Buku ini dapat diunduh secara gratis melalui tautan: https://www.indonesiaeximbank.go.id/public-information/buku-jawa-tengah-berani-mendunia. (Yudha Krastawan)
