IPOL.ID – Maraknya ranjau paku atau tire traps yang ditebar oknum tidak bertanggung jawab di sejumlah ruas jalan Jakarta kembali menuai sorotan.
Selain membahayakan pengguna jalan, aksi tersebut juga memicu dugaan praktik curang. Pasalnya, lokasi penemuan kerap berdekatan dengan jasa tambal ban.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Nur Afni Sajim menilai, permasalahan itu tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) maupun Kepolisian Lalu Lintas.
Menurut dia, perlu sinergi seluruh perangkat terkait dengan dukungan teknologi pengawasan. “Seperti di luar negeri, setiap sudut jalan dipasang CCTV. Jakarta juga sudah seharusnya punya itu,” ujar Afni, Senin (25/8).
Dia menjelaskan, Dishub memiliki keterbatasan fungsi dalam pengawasan ranjau paku. Petugas lapangan lebih banyak fokus pada derek kendaraan, pengaturan lalu lintas, serta pengawasan angkutan umum.
Karena itu, Afni mendorong agar Pemprov DKI Jakarta memperkuat fungsi pengawasan dengan kolaborasi lintas instansi. Seperti, Satpol PP dan kepolisian, disertakan pemasangan CCTV di ruas-ruas rawan.
