Terkait rencana pelebaran jalan tersebut juga mendapatkan komentar dari pegiat transportasi dan pejalan kaki.
“Rencana penggusuran trotoar itu merugikan (kemunduran/set back) atas proses pembangunan transportasi berkelanjutan yang sudah dirintis dan dibangun oleh beberapa Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 2000,” tegas Koordinator Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus di Jakarta, Selasa (26/8).
Seharusnya kemacetan dapat disetir sebagai sesuatu yang menghalangi, mengurangi, atau tidak mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan (disinsentif) atas pilihannya bagi masyarakat, para pengguna kendaraan pribadi, mobil maupun sepeda motor.
“Jadi biarkan saja sebagai Push and Pull policy, dua pendekatan dalam berbagai bidang seperti pemasaran, manajemen rantai pasok, dan transportasi. Strategi Push berfokus pada mendorong produk/layanan ke pasar atau pelanggan secara proaktif, sedangkan strategi Pull berfokus pada menarik pelanggan atau permintaan agar datang kepada produk/layanan itu sendiri,” paparnya.

