Salah satu pengalaman berkesan yang Ani alami adalah ketika harus menjalani tindakan urologi dengan metode laser. Ia menceritakan bahwa tindakan perawatan yang harus dijalani itu lumayan mahal, dan ia menjadi khawatir kalau uang simpanannya tidak cukup untuk membiayai perawatan tersebut.
“Awalnya saya khawatir biayanya akan mahal sekali, apalagi ini bukan pengobatan biasa. Tetapi ternyata semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan biayanya. Selama proses perawatan, saya tidak ada tagihan tambahan selain administrasi yang jumlahnya kecil sekali. Bahkan obat-obatan yang saya perlukan pun ditanggung penuh oleh JKN. Rasanya benar-benar lega, karena saya tidak perlu lagi memikirkan biaya besar di saat sedang sakit,” jelasnya.
Ani menambahkan bahwa pelayanan yang ia dapatkan selama menjadi peserta BPJS Kesehatan juga memuaskan. Menurutnya, tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dan pasien umum. Pelayanan yang ia terima di fasilitas kesehatan sama dengan pasien lain yang bukan JKN.
Ia mengakui bahwa pelayanan yang diberikan oleh dokter sangat ramah, perawatnya sigap, dan semua prosesnya jelas. Selain pelayanan langsung di fasilitas kesehatan, Ani juga merasakan kemudahan dari berbagai inovasi digital BPJS Kesehatan, khususnya Aplikasi Mobile JKN.
