IPOL.ID – Kenaikan biaya operasional RT dan RW sebesar 25 persen mendapatkan tanggapan beragam dari pengurus RT dan RW di Jakarta. Hal itu dikarenakan penambahan Rp500 ribu dari operasional yang diberikan pemprov pada RT dan RW tidak sesuai dengan kebutuhan biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulannya.
Menyikapi itu, anggota Komisi A DPRD DKI, Ongen Sangaji mengatakan bakal menyampaikan keluhan tersebut dalam rapat dengan pihak eksekutif dalam waktu dekat.
“Keluhan ini akan saya sampaikan pada pihak eksekutif. Apalagi hal ini terkait dengan janji kampanye gubernur saat pilkada 2024 lalu,” ujar anggota Fraksi Nasdem ini, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, kenaikan biaya operasional hanya 25 persen pada biaya operasional RT dan RW yang akan dimulai pada Oktober 2025 mendatang. Diprediksi karena keterbatasan anggaran yang ada saat ini di Pemprov.
“Namun, karena hal ini merupakan aspirasi masyarakat. Saya sebagai anggota Komisi A akak menyampaikan hal ini. Agar segala kebijakan pemprov bisa difahami dengan baik oleh masyarakat,” katanya.
