“Kami akan mengawal kasus ini dan menyatakan siap untuk memberikan pendampingan psikososial bagi para korban dan keluarganya. Semua lapisan masyarakat juga harus berani melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran hak anak,” tambahnya.
Sebagai informasi, kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terjadi di sejumlah daerah. Terbaru, kasus dugaan keracunan MBG terjadi di wilayah Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Sejak program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu atau 9 bulan tengah berjalan, pemerintah melaporkan jumlah penerima manfaat terdampak insiden keamanan pangan.
Istana melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari sudah merinci kasus dan korban keracunan program MBG.
Seperti data dihimpun dari tiga lembaga, sebagai berikut:
Badan Gizi Nasional (BGN), 46 kasus keracunan, dengan jumlah penderita 5.080, ini data per 17 September.
Kedua dari Kemenkes, 60 kasus dengan 5.207 penderita, data per 16 September.
Kemudian BPOM, 55 kasus dengan 5.320 penderita, data per 10 September 2025.
