Lembaga CERI (Center of Energy and Resources Indonesia) menemukan fakta janggal di lapangan: TKP rusak, police line hilang, dan portal kayu dibuang. Aparat bersenjata laras panjang juga terlihat berjaga di lokasi.
Surat elektronik CERI kepada Kapolda Malut dan Dirjen Gakkum KLHK tak kunjung direspons, menambah kuat dugaan adanya intervensi aparat dalam penyidikan.
Nama besar ikut menyeruak. PT Position disebut bagian dari Grup Harum Energy milik taipan Kiki Barki. Dalam struktur komisaris, terdapat nama mantan Jaksa Agung Basrief Arief.
Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Malut bahkan menduga PT Position punya kaitan dengan anak Kapolri.

“PT Position diduga milik anak Kapolri. Kalau ada masalah di perusahaan ini, proses hukumnya bisa dipastikan macet,” tegas Arsil Made, Ketua Bidang ESDM PP Formapas.
Instruksi Presiden vs Realitas
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus 2025, menegaskan akan menertibkan seluruh tambang ilegal.
“Fokus pemberantasan ini juga mencakup upaya memberantas para bekingan kuat di balik bisnis haram tersebut, termasuk dari kalangan elit dan aparat,” kata Presiden kala itu.
