Bekasi dirujuk menjadi salah satu kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 mengingat sejarah panjang serta kecintaan masyarakat yang sangat kuat di bidang sepak bola. “Itulah mengapa kita melakukan penambahan daerah di Bekasi pada turnamen MLSC ini. Bekasi juga menjadi daerah alternatif bagi sekolah dan madrasah yang berada di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, karena akses lebih mudah bagi mereka ketimbang mengikuti MLSC Jakarta yang dilaksanakan di Jakarta Timur,” tambah Chandra.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann ‘angkat topi’ terhadap daya juang dan semangat peserta yang telah berpeluh keringat sepanjang turnamen bergulir. Pria yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak 2007 ini juga cukup terkejut dengan aksi para penggawa di setiap tim yang sudah memiliki teknik dasar bermain sepak bola. Bahkan menurutnya, kualitas peserta di Bekasi lebih baik ketimbang kota lain di perhelatan perdana MLSC.
“Yang menarik Bekasi Seri 1 ini kualitasnya lebih bagus dari kota-kota lain ketika baru dimulai MilkLife Soccer Challenge. Yang pasti ini awal yang sangat positif dan saya berharap guru serta kepala sekolah paham bahwa apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini adalah komitmen jangka panjang, dan itu membutuhkan dukungan semua pihak. Terutama program latihan untuk siswi tolong digalakkan agar kualitas mereka terus meningkat,” tutur Timo.
