“Tentu hal ini sangat merugikan, sebab jelas tidak memberikan kontribusi pada negara,” ungkap Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi pada awak media di Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Di satu sisi, para pengusaha lokal yang tertib administrasi taat membayar pajak, dan semua perijinan dipenuhi bisa kalah daya saingnya. Sehingga ini menjadi permasalahan kompleks yang harus dibenahi negara.
“Jangan sampai monopoli asing memberangus keberadaan pengusaha lokal dengan cara memainkan harga yang jauh di bawah pasar”.
Seperti contoh pada industri manufaktur dan konstruksi hampir semua dikuasai asing. Persoalan hulu sudah mereka kuasai sehingga di hilir banyak pengusaha lokal berteriak karena kalah saing.
Aparat penegak hukum juga cenderung tutup mata terhadap sejumlah ijin yang tidak dimiliki oleh perusahaan PMA tersebut.
Uchok menyoroti seperti adanya PMA yang menguasai produksi hebel di beberapa daerah seperti Banyumas, Tegal maupun Jombang.
Di Tegal, perusahaan PMA seperti PT MSM di Banyumas, PT INS dan di Jombang perusahaan PT PCI yang memproduksi hebel dengan hasil penjualan di bawah harga. Mau tidak mau, perusahaan kecil akan tergerus (tidak bisa melawan pasar). Begitu pun dengan yang ada di Banyumas dan Jombang.
