Ketika sejumlah petugas Satreskrim Unit Ranmor dipimpin Kanit Ranmor Polres Metro Jakarta Timur, AKP Muhamad Zein melakukan penggerebekan di lokasi, lima pelaku tidak melakukan perlawanan meski memiliki empat senjata api rakitan.
“Pengungkapan ini berawal dari seorang guru kehilangan sepeda motornya. Beruntung, sepeda motor milik korban terpasang GPS, hingga memudahkan untuk melacaknya. Kami menggeberek pelaku pencurian sepeda motor, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kanit Ranmor Polres Jakarta Timur, AKP M Zein.
Dilaporkan dalam penggerebekan polisi, lima pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) langsung ditangkap. Polisi juga mengamankan sebanyak 12 unit motor, dan empat senjata api rakitan dari bengkel yang digunakan sebagai gudang atau tempat penampungan sejumlah motor hasil curian.
Kontrakan tersebut dikamuflase oleh para pelaku pencurian sepeda motor dengan menjadikan bengkel.
Tujuannya adalah agar warga sekitar tidak curiga dengan aktivitas para pelaku yang setiap hari membawa sepeda motor (hasil curian). (Joesvicar Iqbal)
