Sementara itu, Dea, peserta yang pernah menggunakan Care Center 165, menilai saluran tersebut sangat membantu terutama ketika ada situasi mendesak. Ia mengaku sempat mengalami kendala pembayaran iuran, namun masalahnya dapat segera terselesaikan berkat layanan telepon.
“Saya cukup menelepon 165, langsung dihubungkan dengan petugas yang memberikan solutif. Masalah selesai tanpa harus datang ke kantor. Menurut saya, ini contoh pelayanan yang sangat memudahkan peserta,” tutur Dea.
Pengalaman para peserta ini menunjukkan bahwa inovasi digital bukan hanya slogan, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata di lapangan. Transisi menuju layanan tanpa tatap muka telah membuka jalan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun jarak. Dengan begitu, perlindungan kesehatan tetap dapat dirasakan tanpa hambatan yang berarti.
Hari Pelanggan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara penyelenggara program dengan masyarakat. Setiap masukan yang diberikan peserta dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan layanan di masa mendatang. Proses ini menegaskan bahwa pelayanan publik tidak berhenti pada rutinitas, tetapi terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
