“Telkom sebagai perusahaan digital, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan yang mendukung produktivitas di lingkungan kerja. Implementasi Indoor Air Quality Monitoring System merupakan langkah strategis untuk memastikan karyawan tetap terlindungi di tengah tantangan kualitas udara perkotaan. Inovasi tidak hanya dihadirkan melalui layanan digital yang menjangkau seluruh pelosok negeri, tetapi juga lewat inisiatif keberlanjutan yang berdampak langsung terhadap kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan,” ucap Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto.

Lebih dari sekedar respons terhadap polusi, program ini memberikan efisiensi energi dan penghematan biaya kesehatan. Berdasarkan analisis, implementasi dari program IAQMS menghasilkan Return on Investment (ROI) sebesar 235,8 persen, dimana setiap Rp1 investasi memberikan manfaat senilai Rp3,36. Operasional program ini akan diuji selama tiga bulan dengan dukungan penuh garansi dan monitoring secara menyeluruh. Telkom berencana akan memperluas sistem ini ke berbagai lokasi strategis perusahaan, seperti Menara Multimedia, dan Gedung Serbaguna Digital (GSD) di masa mendatang.

