Dalam laporan itu disebutkan, para petugas kerap membahas urusan bisnis pribadi seperti aset, penjualan mobil, hingga urusan keuangan di luar tugas dinas mereka.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan tidak akan menoleransi perilaku semacam itu dan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang terbukti melanggar.
“Walaupun kita sudah menggebrak-gebrak, masih di bawah seperti ini. Artinya mereka enggak peduli, dianggapnya saya main-main. Bilang, hari Senin depan, kalau ada yang ketemu begini lagi, saya akan pecat,” tegasnya.
Selain masalah perilaku individu, sejumlah aduan juga menyoroti maraknya praktik peredaran barang ilegal, seperti rokok tanpa cukai di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam laporan lain yang dibacakan Purbaya, masyarakat menilai pengawasan Bea Cukai di daerah tersebut tidak menyentuh pelaku besar.
“Mereka (petugas) Bea Cukai seperti tutup mata dan telinga. Padahal harusnya distributor besar ini yang dibasmi bukan warung-warung kecil. Cukong-cukong besar ini masih tetap beroperasi sampai sekarang,” demikian isi pesan warga.

