FPPJ juga memberikan apresiasi atas upaya pengelolaan sampah mandiri yang tengah dikembangkan Pasar Jaya. Setiap hari pasar di Jakarta menghasilkan sekitar 500 ton sampah, dan sistem baru ini diharapkan bisa mengolah sampah langsug dari sumbernya.
“Sampah di pasar tanpa dibawa ke Bantar Gebang bisa langsung diproses, tentunya ini semakin baik sekaligus mendukung kota Jakarta lebih bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ryan juga menambahkan, kaum muda Jakarta berharap transformasi pasar tradisional ini dapat menjadi model ekonomi kerakyatan yang modern, memperkuat daya saing pedagang, dan meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berbelanja.
“Kami berharap ke depan, setiap pasar di Jakarta bisa menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih, nyaman, dan modern, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal,” tandasnya. (Joesvicar Iqbal)
