Pramono memastikan meskipun terjadi pemotongan besar, program-program prioritas yang menyentuh langsung kesejahteraan warga tidak akan terganggu. Program andalan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dipastikan aman.
Sebaliknya, pihaknya akan melakukan realokasi dan efisiensi pada program non-prioritas, seperti mengurangi anggaran perjalanan dinas dan belanja yang tidak mendesak.
“Kemudian anggaran-anggaran belanja yang tidak atau bukan menjadi prioritas utama, kemudian juga hal-hal yang berkaitan dengan makan minum dan sebagainya,” paparnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan, Pemprov DKI akan mencari pembiayaan kreatif untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Kita tetap optimistis untuk menyelenggarakan pemerintahan tahun 2026. Bagaimana kemudian kita harus menimbulkan creative financing untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sekarang ini tentu akan semakin meningkatkan layanan kita kepada masyarakat,” ucapnya.
