“Penurunan angka kejadian karhutla ini juga berkat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang sangat peduli terkait risiko karhutla, bahayanya untuk kesehatan masyarakat, dampak kepada perekonomian rakyat, hingga risiko asap lintas batas,” ujar Raja Juli.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, seiring dengan kondusifnya kejadian karhutla di enam provinsi priorotas, Desk Karhutla 2025 yang dibentuk oleh Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan sudah dibubarkan pada dua minggu lalu.
Kepala BNPB juga memaparkan bahwa pengerahan sumber daya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tahun ini jumlahnya lebih sedikit dari pada tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami hanya mengerahkan 12 heli patroli dan 18 heli water bombing dibandingkan dari tahun 2023-2024 yang jumlahnya mencapai 40 unit,” ungkap Suharyanto.
Keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kejadian karhutla tahun 2025 ini tentu juga berdampak pada perekonomian negara. BNPB mencatat kerugian negara akibat karhutla pada tahun 2019 saat terjadinya El Nino mencapai 75 triliun rupiah, pada tahun 2025 jumlah kerugian sebesar 6,7 triliun rupiah.
