Hal ini membuktikan bahwa upaya penanggulangan karhutla yang dilakukan oleh Pemerintah antara lain, operasi darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan operasi udara (heli patroli dan heli water bombing) serta penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu berjalan efektif.
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Setelah melakukan evaluasi terhadap penanganan karhutla 2025, pembahasan bergulir pada antisipasi dan mitigasi bencana cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Republik Indonesia pada periode akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Pada periode tersebut, cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah cenderung normal. Hal ini berarti akan terjadi peningkatan curah hujan.
Berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, wilayah Indonesia mulai memasuki musim penghujan pada bulan Oktober 2025. Meskipun demikian, potensi titik panas masih ada pada beberapa daerah seperti di Jawa, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat. Potensi risiko bencana hidrometeorologi basah juga perlu diwaspadai, misalnya saat ini telah terjadi banjir di Kota Medan, Sumatera Utara.
