“Kami percaya status PSN kami peroleh merupakan tanda kepercayaan dan bukti bahwa pemerintah Indonesia benar-benar berkomitmen terhadap proyek ini,” harap Attila.
Lebih lanjut, dijelaskannya, perlu dilakukan sejumlah adaptasi atas sistem MLFF di Indonesia. Kendati pihaknya menegaskan kesiapan dari sistem bisa diterapkan segera.
Dia juga bertanya secara langsung kepada Sony Sulaksono Wibowo, Unsur Pemangku Kepentingan (Anggota BPJT Kementerian PU) mengenai nasib kelanjutan MLFF.
“Pak Sony, kapan kami bisa mulai beroperasi?,” ujar Attila menanyakan keberlanjutan proyek sistem MLFG.
Dalam kesempatan yang sama, menjawab pertanyaan Presiden Direktur RITS, Anggota BPJT Kementerian PU, Sony mengaku bahwa sistem tersebut sebetulnya sudah siap. Namun salah satu hal yang masih dalam tahap pembahasan adalah meminimalisir kerugian dari para operator tol yang menjalankan sistem tersebut.
Menurut Sony, aktor utama dari implementasi MLFF adalah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) itu sendiri, seperti Jasa Marga hingga Hutama Karya. Pihaknya sebagai otoritas nasional juga perlu memastikan teknologi yang tersedia dapat berjalan aman dan memenuhi teknologi yang sudah ada dalam pengoperasian jalan tol.
