Mardani juga menyarankan jam buka TPS diperpanjang sampai sore hari, bahkan bisa digelar di sekolah-sekolah sebagai lokasi pencoblosan, yang dinilai lebih efisien ketimbang membangun banyak TPS baru.
“Nanti pilihannya begini, dipaksa hadir atau partisipasi berkualitas? Nah, saya lebih memilih partisipasi berkualitas,” ucap dia.
Mardani juga mempertanyakan tradisi Indonesia yang memaksakan pemilu sehari, menjadikannya pemilu sehari terbesar di dunia, sementara negara-negara lain memilih periode yang lebih panjang.
“India itu dua bulan. Amerika sebulan. Kita maksain sehari. Ngapain sih maksa-maksain?” katanya. (far)
