“Sesuai dengan peraturan pemerintahnya, bahwa ini bentuknya rumah sewa,” ujar Pramudya.
Walau demikian, besaran biaya sewa belum diumumkan secara resmi. Pramudya hanya memberikan perbandingan dengan proyek serupa di Batam yang mematok harga sewa berkisar Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan. Masa sewa juga dibatasi hingga tiga tahun untuk mendorong pekerja mempersiapkan hunian permanen setelahnya.
Pembangunan Griya Pekerja sendiri diprioritaskan di kawasan yang dekat dengan sistem transportasi umum dan area industri, sehingga dapat membantu menekan pengeluaran hidup dan biaya perjalanan pekerja.
“Harapan kami ini menjadi rumah transit, terminasi pertama ketika pekerja menyiapkan hunian permanen buat pekerja masing-masing sehingga nanti harapan selain mengurangi biaya hidup karena hunian yang kita sediakan hunian yang terjangkau kemudian juga dekat dengan kawasan industri. Sehingga transportasi juga lebih murah nantinya sehingga nanti biaya-biaya itu bisa lebih tekan sehingga pendapatan pekerja ini bisa digunakan untuk menabung, menyiapkan rumah,” ujar Pramudya.

