Saat peristiwa tersebut, Soeharto berhasil menata ulang tatanan politik nasional, menegakkan stabilitas keamanan dan memulihkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan.
Ketika itu, Soeharto juga berhasil menyelamatkan bangsa dan negara sekaligus memulihkan keamanan dan ketertiban dari Gerakan 30 September.
“Pak Harto berhasil menata ulang tatanan politik nasional, menegakkan stabilitas keamanan dan memulihkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan. Jadi kalau kita lihat secara kepemimpinan ini bukanlah hal mudah. Kalau tidak ada kemampuan seorang leader untuk mengambil alih, maka kita akan terus-menerus ataupun mungkin berkembang yang namanya paham komunisme,” kata Karmila.
Sebagai Presiden ke-2, Soeharto dinilai berhasil menanamkan fondasi pembangunan nasional melalui konsep Trilogi Pembangunan yang menekankan stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan (program transmigrasi).
“Soeharto adalah pahlawan yang tidak dilihat dari presidennya, tapi sebagai pejuang nasional. Kita harus bisa membedakan antara pejuang dan seorang Presiden, karena Presiden itu sarat dengan politik, namun kita harus bisa melihat sisi perjuangan beliau, walaupun beliau mendapat status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik,” jelas Karmila.
