Di tempat yang sama, Ganjar Darussalam menambahkan, penganugerahan gelar pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 oleh Presiden RI Prabowo yang salah satunya diberikan kepada Soeharto itu sangat layak.
“Sudah layak penganugerahan gelar Pahlawan Nasional disematkan kepada Soeharto. Ini sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, bukan sebagai Presiden, tapi sebagai pejuang Putra Bangsa yang mempertahankan Indonesia karena jasa-jasanya hingga saat ini,” imbuhnya.
Tidak dipungkiri dari sisi lain, lanjut Ganjar, memang ada kontroversinya karena kalau mahasiswa masuk kampus masuk organisasi akan membaca sejarah dan juga diajarkan fase-fase perjuangan kemahasiswaan fase tahun 1965 – 1966 menumbangkan orde lama kemudian tahun 1998 reformasi bermuatan Orde Baru.
“Kita tidak menutup mata terhadap pelanggaran HAM di masa itu. Tapi kita juga harus jujur, banyak hal baik diwariskan Soeharto bagi pembangunan dan stabilitas bangsa. Soeharto semasa beliau Presiden Republik Indonesia, banyak sekali yang dilakukan untuk negara ini, mulai dari program peningkatan kesehatan, pendidikan swasembada pangan hingga pembangunan infrastruktur yang bisa kita nikmati hingga saat ini,” tutur mantan Ketua HMI Jawa Barat.
