IPOL.ID — Negara sedang diuji di Aceh Besar. Bukan oleh konflik bersenjata, bukan pula oleh kerusuhan jalanan, melainkan oleh sebuah foto yang viral dan menolak dijelaskan. Foto itu menampilkan Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, membentangkan bendera Bulan Bintang—simbol yang selama ini ditertibkan, dilarang, dan dijadikan dasar penindakan terhadap warga biasa. Di titik inilah kegelisahan publik bermula, bukan karena simbol semata, melainkan karena diamnya negara.
Foto tersebut menyebar luas di media sosial dan diduga diambil bertepatan dengan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 2025, sebuah momentum yang sangat sensitif di wilayah pascakonflik.
Dalam gambar itu, Syech Muharram tampak percaya diri membentangkan bendera Bulan Bintang bersama seorang pria yang identitasnya belum diketahui. Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada klarifikasi terbuka. Keheningan itu justru memperkeras tafsir dan memicu pertanyaan: mengapa tindakan yang selama ini dilarang bagi rakyat justru dilakukan oleh seorang bupati aktif?
