IPOL.ID- Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Mahfud MD menyebut persoalan rekrutmen, rotasi hingga promosi anggota kepolisian masuk dalam kajian pihaknya untuk mereformasi institusi Tribrata.
Mahfud mengatakan KPRP berfokus belanja masalah atau mengumpulkan aspirasi dari berbagai kalangan guna menciptakan kerangka kebijakan baru dalam reformasi kepolisian.
Masukan yang diperoleh KPRP, kata Mahfud, proses rekrutmen dan seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) kini diwarnai sistem penjatahan sehingga syarat konflik kepentingan.
“Sekarang rekrutmen mau masuk Akpol juga sekarang sudah pakai jatah-jatahan juga. Sehingga produk-produk beberapa tahun terakhir ini tidak selektif sebenarnya, tapi karena kedekatan hubungan, karena hubungan politik, dan sebagainya,” kata Mahfud usai Public Hearing KPRP di Fakultas Hukum UGM, Sleman, DIY, Senin (22/12).
Aspirasi yang masuk ke KPRP juga menuntut adanya transparansi dalam proses seleksi Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespim) selama ini.
