Pun demikian, Jerry menegaskan, hukum harus ditegakkan, dan Pemerintahan Prabowo Subianto sangat getol untuk memberantas para mafia. Dia menilai, ramainya kasus oplosan Pertalite menjadi Pertamax, jelas yang dirugikan adalah Kerry dan para terdakwa lainnya.
Selain itu, kasus oplosan Pertalite menjadi Pertamax juga merugikan Pertamina, karena membuat citra perusahaannya menjadi rusak.
“Padahal Pertamina lewat VP Corcomm Fadjar Djoko Santoso sejak akhir Februari 2025 lalu telah membantah adanya aksi oplosan tersebut,” tandasnya.
Jerry menyebutkan, telah terjadi semacam fitnah massal dalam perkara oplosan Pertalite menjadi Pertamax. Oleh karena itu, jika sampai nanti tidak terbukti adanya kegiatan oplosan oleh Kerry dan terdakwa lainnya dalam persidangan maka yang patut dipertanyakan adalah siapa pihak yang memainkan kasus tersebut? Maka sudah menjadi keharusan pihak berwajib untuk segara mengusut dan mendalami kasus oplosan Pertalite menjadi Pertamax.
“Siapa memainkan orkestrasi fitnah massal ini? Pihak aparat penegak hukum justru harus membuktikannya dan jangan terjebak pada upaya menghukum pihak yang tidak bersalah,” tukasnya.
