“Bagi pelajar dari daerah selama liburan ini kami gratiskan. Tetapi orang tua dan keluarganya tetap membayar seperti biasa,” jelasnya.
Terkait harga tiket umum, Pramono menyebut hingga kini besaran tarif belum diputuskan dan akan diumumkan secara resmi saat Planetarium dibuka untuk publik.
Menurut Pramono, kebijakan pembebasan tiket bagi pelajar bertujuan mendorong minat generasi muda terhadap sains serta mengenalkan kembali Taman Ismail Marzuki sebagai pusat edukasi dan kebudayaan.
“Saya yakin ketika mereka melihat langsung, termasuk teknologi artificial intelligence yang ada, mereka akan tertarik. Kalau itu terjadi, TIM akan hidup, UMKM berjalan, dan efek bergandanya pasti besar,” kata Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin menjelaskan Planetarium Jakarta kini bertransformasi menjadi platform edukasi sains dan antariksa dengan konsep imersif dan interaktif berbasis teknologi terbaru.
Pembaruan tersebut meliputi sistem visualisasi astronomi digital berbasis data sains terkini, simulasi tata surya, serta penguatan fungsi edukasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas sains, dan masyarakat umum.
