Kepemilikan saham mayoritas PT Position berada di tangan THN sebesar 51 persen, sementara 49 persen sisanya dikuasai Nickel International Capital Pte Ltd. dari Singapura. Namun, kendali keputusan strategis tetap berada di tangan Harum Energy sebagai induk usaha.
PT Position juga terhubung dengan jaringan perusahaan lain seperti PT Infei Metal Industry (IMI), PT Westrong Metal Industry (WMI), PT Blue Sparking Energy (BSE), dan PT Harum Nickel Perkasa (HNP), yang sebagian besar beroperasi di Kawasan Industri Weda Bay.
Salah satu proyek unggulan grup ini adalah pembangunan fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) oleh BSE dengan kapasitas 67.000 ton setara nikel per tahun. Proyek tersebut menempatkan grup Harum sebagai pemain besar dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Koordinator Perkumpulan Aktivis Maluku Utara, Yohanes Masudede, menyebut Satgas PKH hanya berani kepada rakyat kecil, tetapi kehilangan nyali saat berhadapan dengan korporasi besar.
“Satgas PKH ini galak ke rakyat kecil, tapi tumpul ke korporasi besar. Kalau benar mau menertibkan kawasan hutan, PT Position harus jadi prioritas karena sudah nyata-nyata merampas ruang hidup masyarakat adat,” tegas Yohanes.
