Keputusan tersebut sempat menimbulkan pro dan kontra. Kawasan Hutan Pelawanberstatus Areal Penggunaan Lahan (APL) yang secara hukum dapat dijual atau dikelola untuk pertambangan, tetapi Zaiwan memilih untuk melindungi kawasan tersebut.
Ditambah dengan kepercayaan masyarakat setempat, jika ada Pohon Pelawan maka tanahdi bawahnya memiliki kandungan timah yang cukup banyak. Hal ini mendorong sejumlah warga membujuk Zaiwan untuk membuka tambang timah dengan potensi keuntungan miliaran rupiah. Namun, ia tetap teguh melindungi hutan yang menyimpan kenangan masa kecilnya.
“Lalu karena ada Perdes tadi ada yang bilang saya stres, gila, bodoh, karena menolak uang besar dari tambang timah. Tapi saya merasa sayang dengan hutan ini,” ujar Zaiwan.
Meski demikian, Zaiwan tetap memikirkan kesejahteraan warga. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi hutan secara berkelanjutan, terutama melalui produksi madu Pelawan. Tradisi mencari madu sebenarnya sudah turun-temurun dilakukan warga Desa Namang, namun perlahan ditinggalkan karena lebih memilih menambang timah.
