IPOL.ID- Ancaman keras dikeluarkan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengancam akan memberikan tindakan tegas bagi para pelaku yang berani menyelewengkan dana haji dan umroh 2026.
Guna mengantisipasi itu, dua instrumen penegakan integritas internal, akan bekerja secara aktif dan penuh mencegah penyelewengan.
“Jadi kita bersama-sama memastikan pengelolaan keuangan haji benar-benar akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Kementerian Haji dan Umrah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran. Kita memiliki Direktorat Jenderal Pengendalian dan Inspektorat Jenderal yang akan bekerja penuh mengawal integritas penyelenggaraan haji,” kata Gus Irfan, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, penguatan tata kelola, integritas aparatur, serta orientasi layanan kepada jemaah menjadi fondasi utama dalam pengelolaan anggaran operasional haji.
Untuk itu, penyerahan alokasi anggaran operasional haji bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari ikhtiar besar pemerintah untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang bersih, tertib, dan berorientasi pada pelayanan.
