Kondisi tersebut menuntut kesiapan perencanaan dan eksekusi yang presisi, karena keterlambatan dapat menimbulkan risiko besar terhadap layanan jemaah.
“Kita menghadapi tantangan yang luar biasa dalam beradaptasi dengan kebijakan Arab Saudi yang relatif lebih awal. Karena itu, kita harus siap dengan segala kemungkinan. Keterlambatan sedikit saja berisiko besar terhadap penyelenggaraan dan pelayanan haji,” tutupnya.(sofian)
Menteri Haji dan Umroh Ancam Pelaku Penyimpangan Anggaran Haji 2026
IPOL.ID- Ancaman keras dikeluarkan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengancam akan memberikan tindakan tegas bagi para pelaku yang berani menyelewengkan dana haji dan umroh 2026.
Guna mengantisipasi itu, dua instrumen penegakan integritas internal, akan bekerja secara aktif dan penuh mencegah penyelewengan.
“Jadi kita bersama-sama memastikan pengelolaan keuangan haji benar-benar akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Kementerian Haji dan Umrah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran. Kita memiliki Direktorat Jenderal Pengendalian dan Inspektorat Jenderal yang akan bekerja penuh mengawal integritas penyelenggaraan haji,” kata Gus Irfan, Rabu (14/1/2026).
