Wanda mengungkapkan, jumlah korban diduga lebih dari dua orang. Namun, hingga kini baru beberapa siswi yang berani berbicara dan mengaku menjadi korban.
Selain pelecehan verbal, dia juga mengaku menerima informasi bahwa sejumlah korban diduga mengalami pelecehan fisik.
“Kalau untuk berapa pastinya saya kurang tahu, tapi yang tadi info dari teman-teman siswa itu lebih dari dua orang, salah satunya N klien kami,” ujarnya.
Dia menduga peristiwa pelecehan tersebut telah berlangsung cukup lama. Dialami kliennya, dugaan pelecehan terjadi selama sekitar dua bulan terakhir.
“Yang bukti yang kita pegang ya itu yang di kita ya, yang kita ini hanya verbal. By WA itu. Tapi info dari teman-teman yang lain ada yang main fisik juga ada, tapi korbannya belum tahu siapa,” jelasnya.
Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami trauma psikologis.
“Dampak dari kasus ini lumayan terasa. Baik secara psikis maupun secara traumatis. Begitu”.
Wanda menambahkan, pihaknya mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi sekaligus mencari solusi atas dugaan pelecehan tersebut. Dia pun memastikan bahwa kasus dugaan pelecehan telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur.
