Sebagai informasi, sebelumnya sejumlah siswa sebuah SMA di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, menggelar demonstrasi menyusul adanya kasus dugaan pelecehan dilakukan oleh oknum guru terhadap siswinya, Senin (9/2/2026).
Sejumlah siswa membawa poster dan menyampaikan orasi, menuntut keadilan atas dugaan kasus pelecehan tersebut.
Dua terduga pelaku ada seorang guru di SMA tersebut berinisial D dan A.
Para siswa berkumpul di halaman sekolah dan membentangkan spanduk dengan berbagai tulisan salah satunya “Hilangkan Predatornya,”.
Mereka juga membawa pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya agar didengar oleh kepala sekolah.
Para siswa juga menyebutkan bahwa dugaan pelecehan tidak hanya terjadi baru-baru ini, tetapi diduga telah berlangsung sejak lama. Hal itu diperkuat oleh sejumlah alumni yang mulai berani menyuarakan pengalaman serupa.
Pengacara salah satu korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar, menjelaskan bahwa dugaan pelecehan dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp.
“Oknum guru, nah, itu yang saling chat-chat-an jadi by WhatsApp ya. Dari WhatsApp itu saling membicarakan korban. Membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik lah,” beber Wanda di sekolah tersebut, Senin.
