Rincian luasan terbakar, antara lain, di Kabupaten Mempawah 157 hektar, Sambas 139,7 hektar, Kubu Raya 101,7 hektar, Ketapang 17,1 hektar, Kayong Utara 14,578 hektar, Sanggau 3,5 hektar, Melawi 1 hektar, dan Kota Singkawang 1 hektar. Sedangkan beberapa wilayah lainnya masih dalam proses pendataan.
“Pada pembaruan hari ini terdapat penambahan luasan terbakar 124,779 hektar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” ungkapnya.
Guna percepatan penanganan, sejumlah pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat, antara lain, Kabupaten Ketapang (15 Januari–15 April 2026), Kabupaten Kubu Raya (15 Januari–31 Desember 2026), Kabupaten Sambas (19 Januari–31 April 2026), dan Kabupaten Mempawah (28 Januari–31 Desember 2026).
BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah-langkah pengendalian, termasuk pemadaman darat, patroli terpadu, serta koordinasi dukungan udara.
Untuk lebih mengoptimalkan operasi penanganan karhutla, sambung Abdul Muhari, BNPB bakal mengerahkan dukungan penanganan udara dengan water bombing, patroli udara termasuk pesawat nirawak untuk pemantauan dan pendataan titik api.
