Wamenkes Dante, mengakui bahwa soal biaya jadi kendala utama. “Angkanya sekitar 8 dari 1.000 kelahiran. Dari sekitar 50 ribu kasus per tahun, yang bisa tertangani baru sekitar 5 ribu. Sisanya harus menunggu karena keterbatasan tenaga medis dan pembiayaan,” ujarnya.
Dante menyebut dukungan KSR sangat berarti karena total sudah sekitar 260 kasus yang ditangani dengan nilai bantuan Rp62 miliar. Ia juga menegaskan pemerintah akan terus mendorong agar BPJS bisa memberi porsi pembiayaan lebih besar untuk tindakan katastropik seperti operasi jantung.
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan bahwa rumah sakit tidak bisa menanggung seluruh beban sendirian, apalagi sekitar 90 persen pasien menggunakan JKN.
“Layanan jantung untuk kasus kompleks butuh teknologi dan alat medis berbiaya tinggi. Dukungan dari KSR sangat membantu agar kami tetap bisa memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Amodi, menyampaikan bahwa program ini merupakan arahan langsung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. “Program ini mencerminkan eratnya hubungan Saudi Arabia dan Indonesia, serta kepedulian terhadap kesehatan anak-anak,” ungkapnya.
