Jaringan tersebut tersebar di 9.743 Koperasi Merah Putih, 1.414 titik Pasar Pantauan, dan 16.396 pasar reguler, serta didukung 5.202 mitra Warung Pangan di Pulau Jawa.
Terkait penyaluran di 1.414 titik Pasar Pantauan, Yosdian menuturkan bahwa ID FOOD memfokuskan distribusi minyak goreng Minyakita. Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Perdagangan dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng.
“Alokasi Minyakita yang dikelola ID FOOD diprioritaskan untuk didistribusikan ke outlet Pasar Pantauan, khususnya pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga komoditas dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
“Hingga Februari 2026, alokasi Minyakita yang sebelumnya sebesar 17.474 ton dari 16 produsen telah meningkat menjadi 33.273 ton yang kini berproses melalui 68 produsen,” terangnya.
Dengan dukungan saluran distribusi yang menjangkau seluruh provinsi, ID FOOD siap menyalurkan pangan secara langsung kepada masyarakat selama HBKN 2026.
