“Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa gue seorang Ksatria karena hadir dan menghadapi pertanyaan perwakilan 32 wilayah adat,” ungkapnya.
Usai prosesi, Pandji juga menghampiri pemimpin upacara untuk menjelaskan makna namanya. Ia menyebut nama lengkapnya, Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo, memiliki arti yang berkaitan dengan perjuangan.
“Bapak perlu tahu, nama panjang saya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Wongso Yudo artinya Bangsa Perang. Alias: Ksatria,” jelasnya.
Atas kesalahan di masa lalu tersebut, Pandji menyatakan kesiapannya menjalani seluruh proses yang diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab. Ia juga menilai pengalaman ini sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
“Gue memang ditakdirkan untuk berjuang di jalan seperti ini. Supaya yang lain bisa belajar atau bisa melewati dengan nyaman jalan yang sudah dibuka. Wongsoyudan takdirnya berjuang,” pungkasnya.
Prosesi ini menjadi bagian dari penyelesaian secara adat atas polemik yang muncul akibat materi lawakan yang dibawakan Pandji lebih dari satu dekade lalu.(Vinolla)
