Tidak hanya mengelola subsidi transportasi publik, Transjakarta juga meningkatkan kemandirian bisnis melalui pendapatan non-subsidi (Non-Fare Box). Inovasi seperti program Naming Rights, layanan bus wisata (Open Top Tour), hingga kehadiran TJ Radio dan TJ Store menjadi sumber pendapatan baru kreatif.
Pada tahun 2025, pendapatan non-subsidi Transjakarta mencapai 281 miliar rupiah atau meningkat 4 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Kinerja unggul ini mendapat pengakuan luas dengan skor Good Corporate Governance (GCG) 90,64 (Sangat Baik) serta raihan 40 penghargaan bergengsi sepanjang 2025, mendapatkan pengakuan global, termasuk apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies.
“Pencapaian ini adalah manifestasi dari visi kami yaitu Menghubungkan Kehidupan, Menemani Perjalanan. Transjakarta akan terus berinovasi untuk jadi moda transportasi yang tak hanya diandalkan, tapi juga dibanggakan seluruh warga,” pungkas Welfizon. (Joesvicar Iqbal)

