Penilaian terhadap kekuatan sistem mutu suatu negara dilakukan melalui GQII, menunjukkan capaian Indonesia yang relatif kuat pada ketiga pilar tersebut. Pilar standardisasi berada di peringkat ke-38 dunia, metrologi di peringkat ke-32 dunia, dan akreditasi menempati posisi ke-4 dunia.
Capaian pada pilar akreditasi bahkan menjadi salah satu yang paling menonjol. Indonesia menempati posisi pertama di Asia dan berada di peringkat ke-4 dunia setelah Amerika Serikat, Jerman, dan Meksiko. Posisi ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-19 dunia. Hal ini juga mencerminkan semakin kuatnya sistem penilaian kesesuaian di Indonesia, yang mencakup laboratorium pengujian, lembaga inspeksi, dan lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi.
Infrastruktur Mutu Nasional yang semakin kuat tidak hanya dirasakan oleh industri besar, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil. Melalui penerapan SNI yang dibuktikan melalui pengujian serta sertifikasi oleh lembaga penilaian kesesuaian yang terakreditasi, produk yang dihasilkan pelaku usaha memperoleh jaminan mutu yang diakui pasar.
