Bazaar Lebaran Kemenperin tahun ini diikuti oleh 80 perusahaan yang terdiri dari industri besar, menengah, dan usaha kecil serta menengah (UMKM). Produk yang dipasarkan meliputi minyak goreng, gula, biskuit, roti, kopi, susu, yoghurt, cokelat, es krim, minuman sari buah, saus, mi instan, makanan siap saji, produk olahan daging, frozen food, kertas, tisu, minyak atsiri, pakan hewan, porselen, batik, kerajinan kulit, hingga busana muslim.
Menurut Irjen, tingginya partisipasi pelaku industri dalam kegiatan ini menunjukkan kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga stabilitas pasokan barang konsumsi.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri,” tuturnya.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, serta berperan dalam memajukan sektor industri agro.
