Empat nama yang masuk radar PBVSI berasal dari Brasil. Federasi sengaja membidik pemain muda agar dapat menjadi investasi jangka panjang dan memberi kontribusi maksimal saat memasuki usia puncak pada 2032.
“Kita dari Brasil lah,” kata Imam saat menjelaskan asal calon pemain naturalisasi.
PBVSI memilih atlet yang masih berusia sekitar 17 tahun sehingga memiliki masa pengembangan lebih panjang bersama tim nasional Indonesia.
“Belum, belum ada. Dia masih muda-muda. Kan kita cari yang umur 17. Pokoknya umur yang masih muda yang kita ambil sehingga punya jangka panjang,” jelasnya.
Di sisi lain, Imam memastikan naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet dalam negeri. Program pembentukan pemain muda tetap berjalan melalui tim seperti Jakarta Garuda Jaya dan partisipasi kelompok usia junior di berbagai kompetisi internasional.
“Proyek jangka panjang makanya kita mempersiapkan juga ini Garuda Jaya ini kan kita mainkan yang muda-muda, besok ini kita carikan pengalaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, porsi atlet lokal tetap menjadi fondasi utama tim nasional sehingga naturalisasi dilakukan secara terbatas dan terukur.
