“Sesuai rencana ini, Iran harus memungut biaya untuk menjamin keamanan kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata pejabat parlemen, dikutip dari media lokal.
Anggota parlemen lainnya, Alaeddin Boroujerdi, bahkan mengklaim bahwa sejumlah kapal besar telah membayar hingga USD2 juta untuk melintas.
“Sekarang, karena perang ada biayanya, tentu saja kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata Alaeddin Boroujerdi kepada saluran TV Iran International.
Meski ada indikasi pembayaran dilakukan menggunakan mata uang Yuan, klaim ini dibantah keras oleh pihak India. Sekretaris Khusus Kementerian Pelayaran India, Rajesh Kumar Sinha menyatakan kebebasan navigasi bagi armada negaranya tetap berlaku.
“Tidak diperlukan izin untuk berlayar melalui selat tersebut. … Terdapat kebebasan navigasi melalui selat tersebut. Karena selat tersebut sempit, hanya jalur masuk dan keluar yang ditandai, yang harus diikuti oleh perusahaan pelayaran. … Keputusan untuk berlayar atau tidak berlayar sepenuhnya berada di tangan penyewa kapal dan perusahaan pelayaran,” ujar Rajesh
Kumar Sinha.

