Saat ini, hampir 2.000 kapal komersial terjebak di kedua sisi selat, menciptakan kemacetan laut yang luar biasa. Sekjen IMO, Arsenio Dominguez, mengonfirmasi skala penumpukan kapal tersebut yang kini mengancam stabilitas rantai pasok dunia.
Apurva Mehta, pakar hukum maritim dari firma ANB Legal, menilai bahwa pada akhirnya pertimbangan komersial akan mengalahkan legitimasi hukum.
Ia menyoroti ketidakjelasan aturan main dalam sistem tol maritim yang baru diterapkan secara sepihak oleh Teheran ini.
“Saat ini belum jelas kapal mana yang harus membayar tol dalam beberapa hari mendatang dan dalam mata uang apa pembayaran tersebut akan dilakukan,” kata dia.
“Namun, tampaknya pertimbangan komersial akan mengalahkan legitimasi ‘biaya’ tersebut dan negara-negara akan tertarik untuk menyelesaikan kiriman mereka, bahkan jika hal tersebut akan membuat mereka harus membayar ‘biaya’,” tandasnya. (far)

