KONI Pusat bersama dua tuan rumah menyepakati pelibatan provinsi lain sebagai daerah penyangga untuk beberapa nomor tertentu. Ini karena keterbatasan fasilitas di wilayah NTT dan NTB. Salah satu pilihannya adalah menggelar pertandingan di Jakarta.
Meskipun demikian, nama resmi ajang tetap PON XXII/2028 NTT-NTB. Gubernur DKI Jakarta telah menyatakan kesiapan menjadi daerah penyangga. Sejumlah fasilitas seperti akuatik, velodrome, arena berkuda equestrian, hingga lintasan es telah memenuhi standar teknis.
Rencana pembagian venue cabor pada PON 2028 menetapkan NTT menggelar 21 cabor. Dari jumlah itu, empat cabang akan diselenggarakan bersama NTB. Sementara itu, NTB akan mempertandingkan 26 cabor. Adapun DKI Jakarta sebagai daerah pendukung diproyeksikan menggelar 14 cabor.
Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, mengungkapkan PON 2028 mengusung konsep efisiensi dengan melibatkan Jakarta sebagai provinsi penyangga. Menurutnya, hal ini dilakukan agar pelaksanaan PON 2028 tidak terbebani oleh pembangunan venue baru yang memakan biaya besar.
