Dalam perjalanan menuju lokasi, pelaku mengambil kayu berpaku dan batu yang telah disiapkan sebagai senjata untuk menyerang korban.
Setibanya di rumah tersebut, pelaku masuk karena pintu tidak terkunci. Ia kemudian bersembunyi di salah satu kamar sambil mengamati situasi di dalam rumah.
Di sana, pelaku melihat korban AS tengah bersama seorang pria berinisial AB yang saat itu sedang berkemas untuk pindah kos. Keduanya bahkan terlihat berpelukan, yang membuat pelaku semakin emosi.
“Melihat hal tersebut, tersangka semakin yakin untuk melakukan pembunuhan,” kata Anggoro.
Pelaku kemudian keluar dari persembunyiannya dan langsung memukul kepala AB menggunakan kayu berpaku hingga patah. Kedua korban sempat melakukan perlawanan.
Dalam situasi itu, pelaku mengambil pisau dapur dan menusuk punggung AS sebanyak dua kali. AB yang mencoba menolong korban sempat menahan pisau dengan tangannya hingga mengalami luka di bagian tangan.
AB kemudian berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. Sementara itu, pelaku kembali menyerang korban hingga pisau tertancap di kepala AS.
