IPOL.ID – Seorang dosen teknik dari Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang Selatan, membantah tuduhan pelecehan seksual yang sempat viral di media sosial terkait insiden di dalam kereta rel listrik (KRL) rute menuju Nambo pada awal Maret 2026.
Dalam klarifikasi yang beredar di media sosial, dosen tersebut menyatakan tidak melakukan tindakan pelecehan seperti yang dituduhkan. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian kondisi gerbong KRL sangat padat sehingga ruang gerak penumpang terbatas.
Menurut keterangannya, ia saat itu sedang memegang tas ransel di sisi kiri tubuhnya. Namun tiba-tiba seorang perempuan yang berada di belakang menepuk tangannya dan menuduhnya melakukan pelecehan.
“Saya pegang tas ransel di samping kiri. Tiba-tiba tangan saya ditepuk, saya kaget. Lalu dia bilang ‘pelecehan’,” ujarnya.
Ia mengaku tidak memahami bagian mana yang dianggap sebagai tindakan pelecehan karena kondisi kereta yang penuh penumpang. Ia juga menyebut perempuan yang menuduhnya berada di belakang bersama seorang pria.
