Ia diketahui mengenal Hendra melalui rekannya, Hendro alias Nemo, sementara perkenalannya dengan Tomy terjadi saat berada di lokasi perjudian di Genting Highlands, Malaysia.
Hasil interogasi mengungkap Andre telah aktif mengambil pasokan narkotika sejak Desember 2025. Dari Hendra, ia memperoleh sekitar 5 kilogram sabu dengan harga Rp390 juta per kilogram, serta ratusan butir obat-obatan seperti etomidate dan happy five.
Sementara dari Tomy, Andre memasok ribuan unit etomidate dalam berbagai ukuran. Barang tersebut kemudian dijual kembali kepada salah satu pelanggan, Ika Novita Sari alias Mami Mika. Transaksi keuangan disebut dilakukan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
“Etomidate ukuran besar sejumlah 700 pcs pada bulan Februari 2026 seharga Rp1.700.000/pcs dan dijual kepada Ika Novita Sari als Mami Mika seharga Rp2.200.000/pcs, serta uang untuk transaksi dibayar di luar Whiterabbit PIK,” papar Eko.
Saat mengetahui dirinya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Andre berusaha menghilangkan jejak digital dengan membuang ponsel iPhone 16 miliknya di jalan tol rute Kuala Lumpur menuju Selangor.
