“Kami ingin memastikan bahwa sawit tidak hanya dipahami sebagai komoditas, tetapi juga sebagai peluang. Haisawit memiliki berbagai program yang menyasar generasi muda melalui
job fair, kalangan profesional melalui Haisawit Symposium (HASI), serta masyarakat melalui pemberdayaan UMKM seperti kegiatan desa wisata ini,” ujarnya.
“Kegiatan desa wisata ini bukan hanya pelatihan, tetapi langkah nyata untuk membangun ekonomi masyarakat. Bahkan, produk turunan seperti lidi sawit memiliki potensi besar untuk
dikembangkan hingga ke pasar ekspor,” tambah Danang.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP dalam hal ini diwakili oleh Bapak Anwar Sadat, menjelaskan bahwa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) merupakan lembaga yang mengelola dana dari sektor perkebunan kelapa
sawit yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program strategis.
“BPDP memiliki berbagai program strategis seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan
dukungan hingga Rp60 juta per hektare, program mandatori biodiesel untuk mendukung energi
terbarukan, program pengembangan SDM melalui beasiswa sawit, dukungan riset dan pengembangan di bidang perkebunan dan hilirisasi sawit, serta program promosi dan pemberdayaan UMKM berbasis sawit. Selain itu, BPDP juga menjalankan program sarana dan
prasarana perkebunan, penguatan kemitraan, serta kampanye edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebaikan sawit,” jelasnya.
BPDP juga memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.
