Melalui pendekatan ini, BPDP berupaya menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dengan mendorong kemitraan antara UMKM dan koperasi petani melalui pola inti plasma, penguatan rantai pasok, serta kerja sama operasi yang saling menguntungkan.
Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas serta memastikankeberlanjutan usaha dari hulu hingga hilir. BPDP juga mendorong pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan yang
terintegrasi, seperti desa wisata berbasis sawit, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampanye positif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat kelapa sawit dalam kehidupan
sehari-hari.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa sawit memiliki manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, produk turunan sawit digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk oleh pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner. Sawit juga lebih ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan keuntungan usaha,” lanjutnya.
