Nursodik menjelaskan bahwa Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Dengan lebih dari 300.000 mahasiswa dan ribuan creator digital, kota ini adalah laboratorium hidup perilaku Gen Z nasional.
Selain itu, semangat sejarah Bandung Lautan Api menjadi pengingat bahwa perlawanan terhadap ancaman – dulu penjajah, kini hoaks – harus dilakukan dengan cara yang sama: kolektif, total, dan tanpa kenal lelah.
“Apa yang viral di Bandung, sebulan kemudian viral di seluruh Indonesia. Jika kita berhasil menggerakkan anak-anak muda Bandung hari ini menjadi patriot digital, efeknya akan berganda melalui konten-konten yang mereka buat dan kolaborasikan,” tambah Nursodik.
Bela Negara versi Milenial & Gen Z: Filter Informasi, Bukan Sekadar Filter Wajah
Acara yang berlangsung di salah satu kampus di Kota Bandung ini menghadirkan narasumber lintas sektor: dari aparat keamanan siber, pegiat lingkungan, hingga influencer pemberdayaan muda.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, menekankan bahwa ancaman siber saat ini tidak hanya peretasan atau malware, tetapi juga manipulasi informasi asing (FIMI) yang bisa memecah belah persatuan.
