“Lanskap informasi berubah drastis karena algoritma dan AI. Informasi palsu menyebar lebih cepat daripada fakta. Karena itu, generasi muda harus menjadi filter aktif, bukan sekadar penonton,” ujar Berty.
Sementara itu, perwakilan Pandawara Group, Mochamad Agung Permana, membawa semangat berbeda: kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghasilkan 22 juta ton sampah tak terkelola per tahun.
“Pandawara tidak hadir untuk membersihkan Indonesia sendirian. Kami ingin menyadarkan masyarakat agar bersama-sama mengubah perilaku. Sampah dan hoaks sama-sama mengotori negeri, sama-sama butuh aksi kolektif,” kata Agung, yang disambut tepuk tangan meriah.
Pandawara sendiri lahir dari lima anak muda Bandung dan kini telah menginspirasi lebih dari 40 komunitas di Indonesia hingga mancanegara.
Kolaborasi Lintas Komunitas & Kampus Bandung
Acara ini juga dimeriahkan oleh Safhira Alfarisi, founder Festival Pelajar Unggulan sekaligus influencer pemberdayaan anak muda, yang mengajak peserta membuat konten kreatif tapi tetap edukatif.
